..::Maro-Net::..

Suara Murni Rakyat Papua Selatan : Merauke…Mappi…Asmat…Boven Digoel…

Rencana Pembunuhan Terhadap Gen. TPN-PB Bernard Mawen

with one comment

Oleh : MaroNet

Kiunga, MaroNet – Rencana repatriasi (pemulangan pengungsi) asal Papua Selatan dari Papua Nugini yang diprakarsai oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan memperalat Pemkab Merauke, Pemkab Boven Digoel, Keuskupan Agung Merauke dan beberapa pelacur politik asal Papua Selatan ternyata menghasilkan sebuah rencana rahasia untuk membunuh Pangkodap V Ambotweng, Gen. TPN-PB Bernard Mawen.

Gen. Mawen menjadi target pembunuhan karena dianggap menjadi penghalang proyek repatriasi. Sebagaimana diketahui, mayoritas pengungsi mengatakan hanya akan kembali ke Papua bersama Gen. TPN-PB Brnard Mawen. Artinya, mereka hanya akan kembali kalau Papua Barat telah merdeka penuh, lepas dari penjajahan NKRI.

Menurut sebuah sumber MaroNet di Port Moresby, rencana pembunuhan ini diatur dalam beberapa pertemuan rahasia di Kantor KBRI Port Moresby. Pertemuan tersebut dihadiri oleh utusan khusus dari Kodam XVII Trikora, BIN Indonesia, Polda Papua, John Wakum, John Koknak, Oscar Wangbon dan Damian Warip. Keempat orang yang tersebut terakhir ini adalah agen BIN wilayah Pasifik yang bekerja langsung dibawah kontrol Franzalberth Yoku. Franzalbert Yoku adalah Kepala BIN wilayah Pasifik yang sukses membunuh kampanye Papua Merdeka di kawasan Pasifik Selatan.

Selain bekerja dalam struktur BIN, John Wakum tercatat sebagai pentolan Presidium Dewan Papua sekaligus sebagai Tokoh Pengungsi di New Camp Western Province Papua Nugini. Sedangkan John Koknak adalah OPM Supreme Commander versi Kongres OPM 1992. Oscar Wangbon dan Damian Warip adalah dua orang kunci dalam struktur militer OPM versi Kongres 1992.

Rencana pembunuhan tercantum dalam sebuah Surat Perintah yang ditandatangani oleh John Koknak sendiri tertanggal 16 Juni 2008. Surat tersebut diedarkan di Western Provinsi Papua Nugini antara lain di New Camp, Kiunga, Tabubil, Daru dan beberap titik pemukiman masyarakat Papua Selatan oleh John Wakum segera setelah dirinya kembali dari Port Moresby.

Selain Gen. Mawen, tokoh-tokoh TPN-PB lainnya yang menjadi target adalah Arnold Tumutu, Ambrosius Amenim, Johanes Weyap, Felix Betera, Apot Konowok dan Bok Menty. “John Koknak juga memasang jaringan di Merauke, Mindiptanah, Tanah Merah, Getentiri, Assikie dan Jayapura untuk memantau para mahasiswa Papua Selatan yang menolak program repatriasi,” jelas sumber MaroNet di Port Moresby.

Program repatriasi merupakan sebuah proyek penipuan karena para pengungsi ditipu dengan berbagai janji muluk tentang kehidupan bahagia yang akan mereka dapatkan setelah kembali ke kampung halamannya di Papua Barat. Padahal, kehidupan rakyat pribumi Papua Barat saat ini sangat terpuruk dalam berbagai bidang kehidupan.***

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. [...] Atas perintah Badan Intelijen Negara, TNI-Polri dan unsur-unsur anti-rakyat Papua lainnya, John Koknak, seorang mantan gerilyawan TPN-PB dari faksi Kongres OPM 1992 yang kini bermukim di Port Moresby, Papua Nugini, telah mengeluarkan perintah untuk membunuh Pangkodap V TPN-PB Bernard Mawen. “Rencana pembunuhan tercantum dalam sebuah Surat Perintah yang ditandatangani oleh John Koknak sendiri tertanggal 16 Juni 2008,” tulis Blogsite MaroNet Edisi Sabtu, 13 September 2008. [...]

    Kontak Papua’s Weblog

    29 September 2008 at 6:54 am


Tinggalkan Balasan