..::Maro-Net::..

Suara Murni Rakyat Papua Selatan : Merauke…Mappi…Asmat…Boven Digoel…

Infiltrasi Zionis di Perancis

with one comment

Oleh : Reporter Radio IRIB – www.irib.ir

Zionisme Internasional adalah sebuah gerakan yang mempolitisasi isu-isu agama Yahudi dan memodifikasinya menjadi sebuah pemikiran yang sangat rasialis. Kini, Zionis punya pengaruh yang sangat kuat di politik negara-negara Barat. Para pendukung pemikiran ekstrim ini cukup banyak, mulai dari masyarakat biasa sampai tokoh-tokoh politik hingga media-media massa Barat. Pengaruh yang mereka miliki ini kemudia dipakai untuk memperkokoh posisi Rezim Zionis Israel. Perancis sebagai salah satu negara besar di Eropa merupakan simbol penetrasi kelompok minoritas Yahudi atas keputusan-keputusan pemerintah yang berkuasa di negara ini. Tentu saja tidak semua orang-orang Yahudi adalah pendukung Zionis dan bahkan tidak mendukung pemikiran Zionis.

Di tahun-tahun sebelumnya, Perancis seperti negara-negara Eropa lainnya anti Semit. Namun setelah kemenangan Revolusi Perancis tahun 1789, untuk pertama kalinya orang-orang Yahudi di negara ini memiliki hak-hak sipil yang sama dengan warga lainnya. Setelah itu, Napoleon Bonaparte mendirikan sebuah organisasi Yahudi bernama Dewan Tinggi Yahudi. Sejak masa itu, penetrasi orang-orang Yahudi mengalami peningkatan. Ketika gerakan Zionis semakin meningkat di Eropa, Perancis menjadi salah satu pusat penting aktivitas pendukung pemikiran rasialis ini. Dalam proses pendudukan Palestina oleh orang-orang Zionis, Perancis mendukung mereka dan segera setelah pembentukan Rezim Zionis Israel tahun 1948, Perancis langsung mengakuinya. Hubungan Paris dan Tel Aviv sejak dahulu harmonis dan bahkan di sebagian bidang seperti politik, ekonomi dan militer terus berlanjut bahkan semakin diperluas. Pada tahun 1957, Perancis melakukan kontrak kerja membangun reaktor nuklir Dimona Rezim Zionis dan dengan ini Perancis secara aktif telah membantu Rezim Zionis membuat senjata nuklir. Kini, Paris dan Tel Aviv punya hubungan kerja sama dalam level tinggi.

Tidak disangksikan lagi, hubungan luas Rezim Zionis Israel dengan Perancis berhutang pada orang-orang Zionis mukim di negara ini. Orang-orang Zionis Perancis baik di dalam maupun di luar negeri senantiasa berusaha membentuk organisasi-organisasi koordinasi yang punya akses mempengaruhi keputusan-keputusan para pejabat Perancis. Di kota Paris saja aktif sekitar seratus komunitas, asosiasi dan organisasi Yahudi dan Zionis. Organisasi Zionis paling penting di Perancis adalah Gerakan Zionis Perancis, Dewan Eksekutif Yahudi Untuk Israel dan Dewan Perwakilan Lembaga-Lembaga Yahudi Perancis. Orang-orang Zionis dengan memanfaatkan pengaruh mereka di partai-partai politik, tokoh-tokoh politik dan media-media massa Perancis berhasil memainkan peran penting dalam kebijakan Paris utamanya terkait masalah Rezim Zionis dan kaum muslimin.

Di beberapa dekade terakhir ini, sejumlah kalangan politisi Perancis adalah seorang Zionis atau pendukungnya. Padahal jumlah orang-orang Yahudi hanya 2 persen dari populasi Perancis. Kini, pejabat penting Perancis yang dikenal sebagai pendukung fanatik Zionis adalah Nicolas Sarkozy, Presiden Perancis. Ibunya adalah seorang Yahudi dan selama hampir setahun menjabat sebagai Presiden Perancis, dia dikenal sangat mendukung kebiadaban Rezim Zionis Israel atas warga tak berdosa Palestina. Sarkozy bahkan menamakan pendirian Rezim Penjajah Zionis sebagai mukjizat abad 20. Kemenangan Sarkozy dalam Pemilu calon presiden Perancis begitu penting bagi Tel Aviv sehingga Simon Perez menyebutnya sebagai kemenangan Israel dan orang-orang Yahudi Perancis. Sarkozy sendiri menegaskan bahwa Perancis tidak akan bersikap lemah dalam menjamin keamanan Rezim Zionis. Dengan ini, tampaknya naiknya Sarkozy menjadi Presiden Perancis yang didukung penuh lobi Zionis di sana, merupakan babak baru hubungan Paris-Tel Aviv yang dampaknya adalah semakin melemahnya hubungan Perancis dan negara-negara Arab.

Salah satu target penting kelompok Zionis di berbagai penjuru dunia adalah melakukan penetrasi di media-media massa dunia demi keuntungan Rezim Zionis. Kebijakan itu juga dilakukan di Perancis dengan melakukan infiltrasi di media-media cetak, radio dan televisi Perancis. Sebagai contoh, majalah mingguan Perancis, Express cetakan Paris merupakan majalah terkenal yang begitu mendukung Zionis dan selalu mengajak para politisi Perancis mendukung Rezim Zionis Israel. Koran Perancis, Le Figaro senantiasa memublikasikan dukungan terhadap Tel Aviv dan anti kaum muslimin. Selain itu, mayoritas jaringan radio dan televisi Perancis dikuasai oleh orang-orang Zionis dan memutarbalikkan kenyataan Palestina demi keuntungan Rezim Zionis.

Salah satu langkah penting lobi Zionis di Perancis adalah meratifikasi rancangan undang-undang (RUU) Gayssot-Fabius Law pada tahun 1990. Berdasarkan undang-undang ini, setiap tindakan yang mengecilkan kekejian tentara Nazi Jerman terhadap kaum Yahudi (holocaust), dikategorikan sebagai kekejian anti kemanusiaan dan bakal dipenjara dan atau ganti rugi kontan. Dengan ini, kebebasan berekspresi dan penelitian ilmiah di Perancis telah menjdi korban kecenderungan politik Zionis. Setelah diratifikasi di Perancis, UU ini kemudian diterima juga di mayoritas negara-negara Eropa dan dengan berdasarkan UU ini orang-orang Zionis dapat menekan keras para penentang mereka di seluruh Eropa. Dampak UU ini tidak hanya membungkam para penentang holocoust tapi juga berlaku bagi setiap penentangan terhadap politik agresi Rezim Zionis dan anti Semit.

Sampai saat ini, sejumlah tokoh Perancis telah menjadi korban diktator bayangan lobi Zionis. Karena setiap protes terhadap penumpasan warga Palestina oleh Rezim Zionis, mempertanyakan masa lalu Rezim Zionis dan membongkar berbagai bentuk penetrasi Zionis di dunia, termasuk Perancis, dianggap sikap anti Semit. Orang-orang yang mencoba membocorkan masalah-masalah ini tidak akan bebas dari tekanan dan gangguan Zionis, bahkan juga terhadap keluarga mereka. Bila punya pekerjaan, maka mereka akan diberhentikan dari pekerjaannya dan senantiasa dikejar-kejar pihak yang berwajib untuk diusut lebih lanjut. Profesor Roger Garaudy adalah satu dari orang yang sampai kini telah diadili dua kali, akibat menulis buku The Founding Myths of Israeli Politics dan menuliskan fakta, bahwa segala kisah tentang pembunuhan kaum Yahudi oleh Nazi dalam jumlah besar, yaitu enam juta orang, adalah isapan jempol belaka dan bahkan Zionis dan Nazi bekerja sama untuk menciptakan kisah tragedi bangsa Yahudi untuk menarik simpati dunia agar menyetujui dibentuknya negara Israel.

Contoh lainnya adalah Profesor Robert Faurisson yang diadili oleh pengadilan karena menyodorkan bukti-bukti bahwa kamar-kamar gas yang dipakai untuk membunuh orang-orang Yahudi hanya sebuah kebohongan. Orang-orang Zionis mukim di Perancis dengan memanfaatkan fasilitas dan kekuatan yang mereka miliki sampai sekarang berhasil menjadi penyebab diusirnya sejumlah dosen dan mahasiswa karena mengkritik Rezim Zionis Israel. Terkait dengan kekuatan lobi kelompok ekstrim ini, Profesor Faurisson mengatakan, “Orang-orang Zionis Perancis selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tidak seorang pun yang berani berbicara menentang mereka. Mereka mengklaim adanya peristiwa holocaust dan dengan alasan ini pula mereka membungkam para penentangnya. Hal sama yang dilakukan terhadap warga Palestina.”

Sebagian dari langkah-langkah Zionis Perancis untuk mencegah rakyat Perancis dan seluruh masyarakat Eropa mengetahui kenyataan yang terjadi di Palestina adalah mencabut perizinan penayangan televisi Al-Manar Lebanon pada Desember 2004. Tidak berapa lama, Gedung Putih melarang penayangan televisi ini di Amerika. Kurang dari setahun setelah pelarangan itu, televisi Iran Sahar juga dicabut izin penayangannya di Perancis setelah mewawancarai Profesor Faurisson yang berbicara mengenai holocaust dan politik Rezim Zionis Israel. Tentu saja tindakan yang diambil itu bertentangan dengan kebebasan berekspresi, karena pada saat yang bersamaan media-media Barat, seperti Perancis dengan bebas menistakan simbol-simbol yang disucikan umat Islam seperti Nabi Muhammad saw.

Dapat dikatakan bahwa lobi Zionis di Perancis sebagai lobi Zionis terkuat di dunia setelah lobi Zionis Amerika. Lobi Zionis Perancis sebagai lobi Zionis terkuat di Eropa meyakini bahwa kewajiban terpentingnya adalah mendukung Rezim Zionis Israel. Tidak salah bila kebanyakan cendekiawan Perancis meyakini orang-orang Zionis di negara ini telah menjatuhkan citra Perancis di mata internasional.

Written by maroke

24 Juni 2008 pada 12:30 pm

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. menarik buat artikenya. Tapi mungkin lebih baik lagi bila disertakan dengan referensi bacaan.

    PB

    1 Juni 2009 at 4:05 pm


Tinggalkan Balasan